728x90 AdSpace


Latest News

Headline

Nasional

Bogor

Jabar

Kota Bogor

Top News

Politik

Hukum

Ekonomi

Wisata

Lifestyle

BPJS Kesehatan Luncurkan Aplikasi Fitur Mobile Screening

InilahOnline.com (Kota Bogor) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  Kantor Cabang Utama Bogor luncuran Fitur Mobile Screening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, Rabu (1/2/17).

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Bogor Mahat Kusumadi mengatakan, diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner adalah beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan, Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile skrining.

“Skrining Riwayat Kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, maka sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa diakses di handphone,” Ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Bogor Mahat Kusumadi, Rabu (1/2/17) dalam konferensi pers di Ruang Rapat Utama PDAM Tirta Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dijelaskan Mahat, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

"Jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial. Jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain (hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner), maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukan tindak lanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya," tutupnya. (IB)

Bupati Bogor ingatkan pimpinan OPD agar bertanggungjawab pada pemeriksaan BPK

Rakor Bupati Bogor
DETAKBOGOR.COM (Cibinong) – Bupati Bogor Nurhayanti mengingatkan para kepala OPD agar tetap bertanggungjawab atas pemeriksaan pendahuluan yang akan dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK) walaupun sudah pindah tugas.

“Saya minta para Kepala OPD menyiapkan segalanya saat pemeriksaan BPK walaupun sudah berpindah tugas kepala OPD pun harus bertanggungjawab terhadap LPPD dan Lakip,” ujar Nurhayanti usai memimpin Rapat Koordinasi ( Rakor) dengan Sekretaris Daerah, Asisten, Staff Ahli dan juga para kepala OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati Bogor, pada Rabu (1/2).

Dalam Rakor tersebut, kata Bupati, juga membahas evaluasi realisasi kinerja tahun 2016 yang progresnya meningkat dari tahun sebelum, juga ada pekerjaan yang masih luncur di tahun 2017, akan tetapi pekerjaan tersebut harus selesai dalam 50 hari kerja, namun harus di kawal sehingga progresnya selalu meningkat dan dapat selesai.

“Terima kasih, karena realisasi kinerja tahun 2016 meningkat dari tahun sebelumnya akan tetapi proyek yang luncur di tahun 2017 harus bisa selesai agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pembahasan mengenai antipasi gizi buruk yang kerap terjadi di Kabupaten Bogor, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor harus mengeluarkan sistem sehingga hal tersebut tidak terjadi dan juga mengenai sekolah terpal Pemerintah Kabupaten Bogor sudah akan melakukan tindakan konkrit. (Andi/Diskominfo)